Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Diduga Bunuh Karyawan PT SWA, Warga Sodong Ditangkap Polisi


Agung Sani (32), warga Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ditangkap polisi di depan rumah Kepala Desa Blok A Unit III.
Ditangkapnya Agung diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap salah satu 5 orang korban dari karyawan perusahaan PT Sumber Wangi Alam (SWA), Kamis (21/4/2011)
lalu.
Menurut informasi, Minggu (12/6/2011), Agung keluar dari Desa Sungai Sodong melintas di areal perkebunan PT SWA dengan mengendarai kendaraan mobil truk dengan membawa buah sawit yang tujuan hendak dibawa ke Lampung.Setiba di Blok A Unit III, mobil Agung dihentikan oleh petugas kepolisian dari Polsek Mesuji dan Polres OKI. Agung yang tak tahu apa-apa itu, lalu ikut begitu saja bersama polisi yang mengenakan pakaian preman tersebut.
Setelah ditelusuri, ternyata Agung ditangkap karena membawa sawit dan memiliki senjata tajam (Sajam) yang berada di dalam mobilnya. Kemungkinan juga menurut informasi dari kepolisian, pemeriksaan terhadap Agung bisa mengarahkan kasus bentrok antara warga dengan karyawan perusahaan. Agung masih ada hubungan erat dengan korban Indra Safei
Sumber : Sriwijaya Post

Buah Ciplukan dapat menghambat pertumbuhan Kangker


Tahukah Anda, bahwa buah ciplukan mampu menghambat pertumbuhan sel sel kanker, diantaranya kanker payudara, kanker paru paru dan kanker darah. Buah ciplukan mengandung senyawa fisalin dan dan Withanolid yang dapat menyembuhkan kanker. Berdasarkan hasil penelitian, buah ciplukan ini mampu menekan pertumbuhan sel sel kanker hingga 20 persen.

Semoga info ini bermanfaat

Jambore Nasional IX 2011 Teluk Gelam Sumsel


ambore Nasional (Jamnas) Pramuka IX 2011 di bumi perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel) yang berlangsung 2-9 Juli 2011, selain diikuti peserta pramuka dari seluruh daerah di Indonesia juga akan diikuti pramuka wakil dari negara-negara Asean

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel Abdul Shobur, Selasa (7/6) di kantor Gubernur Sumsel mengatakan, “Jamnas di OKI kali ini selain diikuti sekitar 15.000 anggota pramukda dari seluruh daerah di Indonesia. Juga akan dihadiri ratusan peserta dari negara tetangga khusus pramuka dari negara Asean.”

Menurut Abdul Shobur, hingga saat ini sudah ada tiga negara menyatakan akan mengirimkan wakilnya pada Jamnas Pramuka IX nanti, yaitu Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam. “Peserta dari negara Asean masih mungkin akan bertambah, yaitu dari Singapura, Filipina dan negara Asia Tenggara lainnya.”
ambore Nasional (Jamnas) Pramuka IX 2011 di bumi perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel) yang berlangsung 2-9 Juli 2011, selain diikuti peserta pramuka dari seluruh daerah di Indonesia juga akan diikuti pramuka wakil dari negara-negara Asean

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel Abdul Shobur, Selasa (7/6) di kantor Gubernur Sumsel mengatakan, “Jamnas di OKI kali ini selain diikuti sekitar 15.000 anggota pramukda dari seluruh daerah di Indonesia. Juga akan dihadiri ratusan peserta dari negara tetangga khusus pramuka dari negara Asean.”

Menurut Abdul Shobur, hingga saat ini sudah ada tiga negara menyatakan akan mengirimkan wakilnya pada Jamnas Pramuka IX nanti, yaitu Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam. “Peserta dari negara Asean masih mungkin akan bertambah, yaitu dari Singapura, Filipina dan negara Asia Tenggara lainnya.”

JALINTIM OKI PADAT


Rusaknya jembatan di trans Sumatera (Jalinsum-tengah) di Desa Banjarmasin, Kabupaten Way Kanan, Lampung berimbas padatnya arus kendaraan yang melintasi Jalintim, OKI. Namun kepadatan ini tak menyebabkan kemacetan. ’’Untuk mencegah kemacetan, kita tempatkan petugas pemantau di daerah rawan kemacetan,’’ ujar Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informasi OKI Drs H Asnawi P Ratu MM.Ruas jalan yang sering terjadi kemacetan yakni di Desa Sura Adi Mesuji, Dabuk Rejo, Tebing Suluh, Dabuk Rejo, Bumi Agung dan Pasar Tugu Mulyo Kecamatan Lempuing, di Pasar Lubuk Seberuk, tikungan Desa Tugu Jaya, Pasar Jahe Kecamatan Lempuing Jaya. Di Kecamatan Teluk Gelam seperti di desa Mulyaguna, simpang Talang Pangeran, Desa Muara Baru, Kayuagung dan Celikah. Di sini banyak lubang besar sehingga sering terjadi antrean kendaraan yang melintas.Kapolpos Lakalantas Bumi Agung, Lempuing OKI Aiptu Hamari mengakui sejak 4 hari ini arus kendaraan besar baik dari arah Lampung maupun Palembang cukup padat, tetapi tak terjadi penumpukan atau kemacetan

sumber : http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=14280:jalintim-oki-padat&catid=51:sumsel&Itemid=101

Pelajar TuguMulyo ditusuk 18 Lubang


Malang dialami Rani (13) pelajar SMP Tugumulyo Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung. Lantaran Rani mengalami luka tusuk disekujur tubuhnya sebanyak 18 liang yang kini pelakunya masih belum diketahui.

Pengamatan Sripoku.com, Rabu (6/4/2011)di RSUD Rani yang ditemani keluarganya, masih sedih dan sepertinya ketakuan dengan kejadian yang menimpanya. Maka itu, Rani tidak banyak bicara ketika ditanya seputar peristiwa yang menimpanya. Demikian, luka tusuk disekujur tubuhnya itu, tampak sadis sekali. Luka yang dialami Rani tidak hanya di bagian kepala, kuping, pundak, paha, kaki, juga dibagian areal lokasi sensitif juga dibeset oleh pisau pelaku.

Rani pun, tidak mau diambil foto oleh wartawan, karena Rani takut kalau pelakunya akan mendatangi dirinya ke Rumah Sakit. ”Ya, Pak, harap maklum anak saya masih trauma, dan Rani juga tidak mau pulang ke rumah,” kata Mujiono (35) orang tua korban seraya berucap pelaku itu mau mengambil apa dari keluarganya padahal dirinya hanya seorang kulih mengambil upahan panen padi milik warga.

Kejadian yang menimpa anaknya ini, menurut Mujiono, sudah dilaporkan ke polisi terdekat. Tetapi, hingga hari ini, belum ada pihak polisi mendatangi rumahnya. ”Melapor sudah Pak. Tapi menurut keluarga yang tinggal di rumah belum ada polisi yang datang,” jelas Mujiono.

Menurut keterangan Rani di RSUD, pelakunya seorang diri datang ke rumahnya dan bertanya rumah kontrakan, Minggu (3/4) dan Senin (4/4) pagi, pelakunya kembali mendatangi rumah dan sama halnya pelaku meminta Rani untuk mencarikan kontrakan, karena menurut pelaku dirinya orang pendatang.

“Orangnya datang ke rumah dua kali, Hari Minggu dan Hari Senin. Kejadian itu, Senin pukul 09.30 di rumah. Pelaku saat itu bertanya mengenai rumah kontrakan. Tapi saya jawab tidak tahu. Tiba-tiba ada seorang pedagang menawarkan kasur dan saya jawab ibu dan bapak tidak ada Pak,” cerita Rani.

Masih kata Rani, pedagang kasur itu, kemudian melanjutkan perjalanan dan dirinya masuk rumah.Tidak lama kemudian, pelaku minta air minum dan korban mengambil segelas air. Habis air minum, Rani masuk rumah dan pelaku mengikuti serta menutup pintu rumah.

"Saya kaget pelaku juga ikut masuk dan menutup pintu, saat itulah kepala saya dipukul hingga kedua mata saya tidak bisa melihat dan pelaku meminta saya mencarikan uang. Tapi saya jawab tidak ada. Pelaku terus mengancam dengan pisau dan pisau itupun ditusukan di badan saya,” kata Rani seraya mengaku masih trauma dan dirinya tidak mau pulang.

Sumber : http://palembang.tribunnews.com/view/64770/pelajar_ditusuk_18_liang